Review Nokia 5.1 Plus - Performa Melebihi Ekspektasi

(Image) September 2017 lalu, HMD pertama kali memasuki pasar Indonesia dengan mendatangkan tiga ponselnya; Nokia 3, 5 dan 6.

Review Nokia 5.1 Plus - Performa Melebihi Ekspektasi

radriansyah radriansyah
 /  edited March 17


September 2017 lalu, HMD pertama kali memasuki pasar Indonesia dengan mendatangkan tiga ponselnya; Nokia 3, 5 dan 6. Untuk konsumen yang memiliki budget Rp2 jutaan, Nokia 5 hadir dengan bodi aluminium mirip Nokia 8, namun dengan pilihan chipset yang bisa dibilang agak pas-pasan, meski sensor-sensor yang dimiliki sangat lengkap termasuk adanya NFC.

Tahun berikutnya, yakni tahun 2018 lalu, HMD Indonesia memang tidak mendatangkan Nokia 5.1, melainkan 5.1 Plus yang memiliki desain serta spesifikasi yang sangat berbeda dari Nokia 5 generasi pertama. Apakah peningkatannya cukup signifikan? Berikut adalah pengalaman nokianesia menggunakan Nokia 5.1 Plus ini.

Desain

Unit yang kami gunakan saat ini berwarna biru, sehingga memang terlihat tidak secantik Nokia 6.1 Plus warna putih yang sudah kami review sebelumnya. Meski menggunakan kombinasi material kaca depan belakang serta polikarbonat di sisi bezelnya, ponsel ini tetap terasa kokoh di tangan. Tidak terlalu licin di tangan saya, hanya saja seluruh sisi ponsel mudah kotor oleh sidik jari. Jadi kalau mau bersih, harus sering-sering dibersihkan atau disiasati dengan menggunakan soft case.

Pada sisi atas terdapat jack audio 3.5mm. Disisi kanannya kita bisa menemukan tombol volume dan power. Sedangkan di sisi kirinya terdapat slom kartu SIM. Slot kartu SIM ini menggunakan tipe hybrid alias jadi satu dengan slot kartu ekstenal memori. Untuk bagian bawahnya terdapat corong untuk speaker, port USB tipe C dan 1 microphone.

 Yang sedikit disayangkan hanyalah dimensi poni atau notch-nya yang cukup lebar, padahal tidak ada sensor tambahan seperti LED notifikasi. Karena lebar, logo notifikasi yang bisa ditampilkan hanya dua saja di sebelah jam, tidak sebanyak di 6.1 Plus, meski display size pada menu pengaturan dikecilkan sekalipun.

Layar

Selain notch yang cukup lebar, tidak ada komplain dari kami mengenai layar 5.86 inci pada Nokia 5.1 Plus. Adanya fitur ambient display mampu menggantikan posisi LED notifikasi untuk memberitahukan adanya pesan baru. Resolusinya yang hanya HD+ juga tidak menjadi masalah, teks tetap terlihat nyaman untuk dibaca. Layarnya cukup terang untuk digunakan di bawah sinar matahari, dan saturasinya pun juga baik. Hanya saja, ketika memutar video, warna yang ditampilkan sedikit kurang akurat serta terlihat adanya efek sharpening. Oh ya, Nokia 5.1 Plus ini hanya mampu memutar video Youtube dengan kualitas 720p. Kalau untuk kami sih tidak menjadi masalah sama sekali.

Layarnya sudah cukup besar dan nyaman untuk dipakai nonton serial di Netflix, ditemani mono speaker di sisi bawah yang bersuara cukup lantang, meski agak sember atau pecah saat diatur ke volume maksimum. Jika kamu ingin menyembunyikan poni atas ponsel ini, kamu bisa menerapkan metode full bezel pada menu pengaturan layar (opsi ini ada di Nokia 5.1 Plus Android Pie). Opsi night light (blue light filter) dan double-tap to wake juga tersedia, plus gesture navigation supaya layar menjadi full tanpa ada tiga tombol virtual di sisi bawah.

Sistem Operasi & Performa

Menjadi bagian dari program Android One, Nokia 5.1 Plus menggunakan pure Android berbasis Oreo 8.1 dan saat ini sudah menggunakan Android Pie.

Dalam pemakaian sehari-hari, kami tidak merasakan adanya perbedaan performa yang signifikan dari saat menggunakan Nokia 7 Plus ke Nokia 5.1 Plus. Bisa dibilang, ponsel ini sangat ngebut. Kecepatan install dan buka aplikasi cukup cepat, pun kecepatan berpindah aplikasi. Memang dengan RAM 3GB, Nokia 5.1 Plus bakal sedikit lebih sering reload aplikasi dari awal. Tapi dengan chipset octa-core MediaTek Helio P60, jeda buka aplikasi terjadi cukup cepat. Impresif untuk ponsel dikelasnya.

Bagaimana dengan kemampuan bermain game? Saat kami coba untuk main PUBG Mobile, grafis yang disarankan pertama kali adalah medium. Dengan pengaturan tersebut, game dapat dimainkan secara lancar. Bahkan ketika kami coba untuk menaikkan kualitas ke high dengan frame-rate high, Nokia 5.1 Plus masih mampu memberikan kualitas grafis yang tinggi. Yah sesekali terdapat frame-drop, namun tidak terlalu mengganggu pengalaman bermain.

Baterai

Sama seperti 6.1 Plus, Nokia 5.1 Plus juga memiliki baterai berkapasitas 3060 mAh. Dengan penggunaan yang cukup berat, ponsel ini dapat menyala seharian dengan screen-on time sekitar 4-4,5 jam. Jika dikombinasikan dengan WiFi, SOT dapat bertambah hingga 1 jam. Ini berkat penggunaan chipset yang efisien daya dengan fabrikasi 12nm. Meski sudah menggunakan port USB type-C, ponsel ini belum dilengkapi teknologi fast charging. Dari 5%, 30 menit dapat mengecas hingga 35%, sedangkan untuk mencapai 100% dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam 10 menit.

Kamera

Terdapat dua kamera di sisi belakang Nokia 5.1 Plus. Kamera utamanya beresolusi 13 Megapiksel dengan phase-detection autofocus dan bukaan f/2.0, ditemani kamera sekunder 5 Megapiksel yang berfungsi sebagai depth sensor untuk menghasilkan foto bokeh yang optimal. Karena tidak menggunakan lensa dari ZEISS, mode manual dengan pengaturan shutter speed dan ISO absen dari menu kamera ponsel ini.

Bagaimana dengan hasil fotonya? Buat kami, karakter foto Nokia 5.1 Plus mengingatkan dengan Nokia 6. Reproduksi warnanya relatif natural, dengan tingkatan noise yang masih wajar untuk ukuran ponsel sekelasnya. Kami tidak berekspektasi banyak dengan fitur Live Bokeh pada ponsel ini, tetapi setelah dicoba, hasilnya cukup mengesankan. Selain wajah, pembagian fokus untuk objek cukup baik, tidak terlihat terlalu artifisial. Pun jika iya, tingkat keburaman dapat diatur baik sebelum maupun sesudah foto diambil. Dan jangan khawatir akan background blur yang sedikit berantakan dalam viewfinder/saat proses foto, hasilnya akan membaik ketika foto sudah diambil. Klik album di bawah ini untuk melihat beberapa hasil foto dari Nokia 5.1 Plus.

Kamera depannya beresolusi 8 Megapiksel f/2.2 dengan lensa yang cukup lebar. Kamu juga dapat menghasilkan foto bokeh yang dihasilkan lewat olah software. Untuk perekaman video, kamera utamanya mampu merekam hingga resolusi 1080p (720p untuk kamera depan). Tanpa adanya EIS, hasil video akan terasa goyang jika tangan kamu tidak cukup stabil.

Nokia 5.1 Plus yang menggunakan Android Pie saat ini sudah bisa mencicipi aplikasi "Pro Cam" dari HMD. Dengan aplikasi kamera yang baru ini kamu bisa lebih advanced untuk mengatur berbagai macam pengaturan sebelum mengambil foto,

Kesimpulan

Setelah pemakaian selama kurang lebih dua minggu, secara keseluruhan kami cukup puas dengan apa yang ponsel ini tawarkan. Desain kekinian, dimensi layar dan bodi yang pas, serta performa yang kami bilang sangat kencang di kelasnya. Tidak salah jika HMD menyebut ponsel ini sebagai "your gaming companion". Namun untuk diingat, memori internalnya hanya 32GB, yang mungkin tidak cukup jika kamu hendak menginstal beraneka game berat.
Sign In or Register to comment.